Surah Taha, Asbabun Nuzul atau Asal Mula Diturunkannya

21 April 2021, 21:25 WIB
Kitab suci Alquran. /pixabay.com/pexels Att

PORTAL PROBOLINGGO - Setiap surah dalam Al Quran memiliki sejarah atau sebab diturunkan. Surah Tahah merupakan surah ke-20 dengan jumlah ayat 135 ayat.

Surah ini diturunkan dalam dua tahapan. Yakni tahapan surah yang diturunkan di Mekkah atau disebut Makkiyah. Dan tahapan kedua yaitu surah yang diturunkan di Madinah atau Madaniyah.

Ayat yang diturunkan di Madinah adalah ayat 120 dan 121. Sedangkan sisanya, di Mekkah. Ayat 120 dan 121 ini diturunkan setelah Surah Maryam.

Sebagaimana dilansir PORTAL PROBOLINGGO dari Tafsir Jalalain Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti, Asbabun Nuzul Surah Al Kahfi adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Surah Al Kahfi, Asbabun Nuzul atau Asal Mula Diturunkannya (2)

Baca Juga: Surah Al Kahfi, Asbabun Nuzul atau Asal Mula Diturunkannya (1)

Ibnu Murdawaih telah mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ibnu Abbas r.a, bahwa ketika permulaan wahyu turun kepada Rasulullah SAW, beliau sedang shalat, sewaktu berdiri beliau menjinjitkan kakinya. Maka Allah menurunkan firmanNya.

"Taahaa. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu supaya kamu menjadi susah." (QS 20 Taha ayat 1-2).

Hal ini terjadi karena setiap shalat Rasulullah SAW selalu menjinjitkan kakinya agar terlihat oleh makmum. Dan orang-orang Musyrik menyebarkan berita bahwa menjijitkan kaki pada saat shalat sebagai kesusahan yang dibuat oleh Tuhan.

Baca Juga: Terungkap! Ikatan Cinta 21 April 2021: Kuburan Roy Dibongkar Hingga Elsa Mimpi Buruk?

Baca Juga: Setelah Bikin Kisruh, European Super League Batal

Maka Allah SWT  menjawab tudingan itu dengan menurunkan surat Taha, khususnya ayat 1-2 yang menjelaskan bahwa Al Quran tidak pernah menyusahkan umat manusia. Al Quran diturunkan untuk menuntun manusia ke jalan Allah dan dengan cara yang sangat mudah.

Selain itu Surat Taha menjadi jawaban atas pertanyaan orang-orang Quraisy yang berkata, "Hai Muhammad, apakah yang diperbuat oleh Tuhanmu terhadap gunung-gunung ini di hari kiamat nanti?"

Maka turunlah firmanNYa, "Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung itu..."(QS 20 Taha ayat 105).

Surat Taha juga menjadi pengingat Rasulullah SAW untuk membaca Al Quran dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Hal ini terjadi ketika Malaikat Jibril turun membawa wahyu, Rasulullah selalu membaca dengan tergesa-gesa.

Beliau membaca tergesa karena khawatir Malaikat Jibril segera kembali ke langit sementara beliau masih belum hafal. Akibatnya Rasulullah kepayahan.

Maka Allah SWT pun menurunkan firmanNya, "Dan janganlah kami tergesa-gesa dalam membacakan Al Quran.." (QS 20 Taha ayat 114).***

Editor: Elita Sitorini

Sumber: Tafsir Jalalain

Tags

Terkini

Terpopuler