Pemerintah Lakukan Rakornas Pengadaan Barang dan Jasa, Jokowi Ingatkan Keseimbangan Gas dan Rem

- 18 November 2020, 20:05 WIB
Presiden RI Joko Widodo.
Presiden RI Joko Widodo. /Instagram.com/ @jokowi

PORTAL PROBOLINGGO - Presiden Joko Widodo menyampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang atau Jasa (Rakornas) Pemerintah Tahun 2020 melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada hari Rabu, 18 November 2020.

Presiden Joko Widodo mengingatkan kembali bahwa keseimbangan antara "gas dan rem" sebagaimana yang berkali-kali telah disampaikan oleh dirinya untuk betul-betul dilakukan.

Jokowi menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 ini telah memberikan tekanan yang tidak mudah bagi mayoritas negara-negara di dunia. Tekanan tersebut pada praktiknya sering menghadapkan pada situasi menentukan pilihan, yakni menangani dampak kesehatan akibat Covid-19, dan memulihkan ekonomi yang juga disebabkan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Kemenag Sampaikan Catatan dan Evaluasi Terkait Pelaksanaan Umrah di Masa Pandemi

"Sering saya sampaikan, gas dan rem ini harus betul-betul kita kendalikan, kelola, dan manage dengan baik," ujarnya.

Jokowi mengatakan dalam penanganan pandemi, hal tersebut menjadi sesuatu yang patut untuk disyukuri bahwa semakin hari kondisi kasus aktif di Indonesia menjadi semakin baik.

Seperti yang telah diketahui, berdasarkan data terbaru, per hari ini rata-rata kasus aktif Indonesia berada di angka 12,73 persen. Hal tersebut talah jauh lebih baik dari rata-rata kasus aktif dunia di angka 27,97 persen.

Baca Juga: Pemeran Al dalam Sinetron Ikatan Cinta Dikabarkan Akan Diganti, Arya Saloka Buka Suara

Sementara untuk kasus sembuh di Indonesia, saat ini berada di angka 84,02 persen, hal tersebut juga lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan untuk dunia di angka 69,62 persen.

"Hal seperti inilah yang harus kita jaga dan terus kita perbaiki agar ke depan angka-angka itu lebih baik lagi," ujar Jokowi.

Sementara terkait pemulihan ekonomi, Jokowi terus menegaskan bahwa hal yang paling dibutuhkan saat ini adalah memperbanyak peredaran uang di masyarakat untuk meningkatkan konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Dalam Menangani Penanggulangan Bencana, Amerika Serikat dan Indonesia sepakat Lakukan Kerja sama

Menurut Jokowi, untuk mewujudkan hal tersebut, maka belanja pemerintah perlu dipercepat secara maksimal menjelang akhir tahun ini.

"Saat ini memang yang paling banyak diharapkan adalah berasal dari konsumsi dan belanja pemerintah," ujar Jokowi.

Saat ini, Jokowi menjelaskan pada kuartal kedua tahun ini, konsumsi dan belanja pemerintah tumbuh negatif hingga -6,90 persen. Akan tetapi, pada kuartal ketiga, belanja pemerintah tumbuh positif yang memicu bergeraknya roda perekonomian nasional.

Baca Juga: Setelah Mendepak Menteri Pertahanan, Kini Donald Trump Pecat Kepala Badan Keamanan Siber AS

"Itulah yang men-trigger pertumbuhan ekonomi kita. Di kuartal kedua di angka 5,32 persen minus, tetapi di kuartal ketiga masuk ke tren positif di angka minus 3,49 persen. Ini yang terus kita perbaiki," ujar Jokowi.***

Editor: Elita Sitorini

Sumber: setneg.go.id


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah